Minggu, 11 November 2012

Pengenalan Teater


Seni Teater
(catatan SBK kelas VII)

            Aristoteles pernah berkata bahwa teater merupakan imitasi atau tiruan kehidupan manusia. Artinya, peristiwa hidup manusia (kelahiran, perkawinan, dan kematian) disajikan dalam teater. Peristiwa tersebut disajikan kembali dalam pementasan. Di dalam pementasan, peristiwa tersebut menjadi bahan pertunjukan sebagai contoh kehidupan atau bahkan sindiran. Kiranya, penyajian ulang dalam teater tidak sama dengan peristiwa sesungguhnya. Dapat terjadi, dalam teater, suatu peristiwa menjadi lebih dramatis. Semuanya bergantung pada skenario. Adapun pertunjukan teater yang baik terwujud ketika perisitwa hidup baik dari konflik maupun penyelesaiannya dapat dinikmati oleh penonton sehingga penonton dapat menangkap pesan yang disampaikan melalui dialog maupun gerak yang disajikan oleh para tokoh,

Pengertian
            Kata teater berasal dari bahasa Yunani (theatron: tempat pertunjukkan). Secara etimologis, teater adalah gedung pertunjukkan. Dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Dalam arti sempit, teater adalah drama (dari bahasa Yunani, draomai: berbuat, berlaku, bertindak). Drama adalah kisah hidup manusia yang diceritakan di atas pentas.

Bentuk Seni Teater
Teater tradisional
            Teater tradisional adalah bentuk teater yang berakar pada tradisi budaya setempat. Ciri khas teater tradisional adalah yang dilakukan dalam pementasan didasarkan pada kebiasaan bermain yang telah menjadi tradisi dengan dilakukan berkali-kali bahkan bertahun-tahun. Contoh bentuk teater tradisional adalah:
-          Lenong dan topeng blantek di Betawi.
-          Wayang wong di Jawa Tengah.
-          Ludruk dan Srimulat di Jawa Timur.
-          Barong di Bali.
Teater modern
            Teater modern adalah teater yang berkembang pada akhir abad XIX dimana memerlukan pemikiran yang mau mempertanyakan. Naskah mengambil peran besar dan struktur lakonnya tidak statis tetapi disesuaikan dengan perkembangan lakon atau cerita sastra drama. Sifatnya, demokratis, akomodatif, dan logis. Contoh bentuk teater modern adalah:
-          Studi klub teater di Bandung.
-          Teater Indonesia di Yogyakarta.
-          Teater nasional di Medan.
Teater kontemporer
            Teater kontemporer adalah teater masa kini yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan teater yang mendahuluinya. Unsur-unsur teaternya lebih total, mengundang semangat pembaruan dimana nilai-nilai yang disampaikan tidak terikat pada nilai yang terkandung pada masyarakat sehingg perlu direnungkan, dan membawa ciri tersendiri yang mewarnai gaya permainannya. Contoh bentuk teater kontemporer adalah:
-          Bengkel teater pimpunan W.S. Rendra.
-          Teater mandiri pimpinan Putu Wijaya,
-          Teater popular pimpinan Teguh Karya.

Fungsi seni teater
-          Sebagai ritual atau upacara
Teater dijadikan ajang penyesalan, penghayatan, dan pengukuhan nilai-nilai kepercayaan atau agama yang dianut masyarakat.
-          Sebagai seni atau estetik
Fungsi seni atau estetik datang dari penyajian teater. Jika pengungkapannya menarik dan memberi rasa puas, maka, pada saat itu teater memenuhi fungsinya sebagai seni atau estetis.
-          Sebagai hiburan
Teater memberikan pengalaman yang berbeda tentang hidup manusia kepada penontonnya. Perbedaan ini memenuhi keperluan orang akan hiburan. Upaya pelepasan kepenatan dari rutinitas atau masalah kehidupan, kerap diperlukan untuk memulihkan kesegaran.
-          Sebagai media kritik sosial
Teater bisa dijadikan media untuk menyampaikan protes terhadap ketidakadilan, untuk menegur mereka yang menyeleweng dari kaidah-kaidah yang berlaku, dan untuk menyebarkan berbagai informasi.

Manfaat seni teater
-          Melatih daya ingat, konsentrasi, tanggung jawab, disiplin, ketekunan, dan percaya diri.
-          Belajar olah artikulasi (mengucapkan suku kata dan kalimat dengan baik dan terdengar jelas).
-          Belajar bersuara lantang.
-          Upaya mencari kebahagiaan melalui sebuah cermin yang jujur dan percaya pada hati nurani.
-          Upaya menggali watak manusia, problem, dam cara mengatasi problem dengan pemahaman yang benar.

AKTING dalam TEATER
Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.
Dialog yang baik ialah dialog yang :
-          terdengar (volume baik)
Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh
-          jelas (artikulasi baik)
Artikulasi yang baik ialah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata‑kata yang diucapkan menjadi tumpang tindih.
-          dimengerti (lafal benar)
Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . Misalnya berani yang berarti "tidak takut" harus diucapkan berani bukan ber‑ani
-          menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah
 
Gerak yang baik ialah gerak yang :
-          terlihat (blocking baik)
Blocking ialah penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satu dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi.  Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut :
·  Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
·  Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.
Harus diatur pula keseimbangan para pemain di panggung. Jangan sampai seluruh pemain mengelompok di satu tempat. Dalam hal mengatur keseimbangan, komposisinya:
· Bagian kanan lebih berat daripada kiri
· Bagian depan lebih berat daripada belakang
· Yang tinggi lebih berat daripada yang rendah
· Yang lebar lebih berat daripada yang sempit
· Yang terang lebih berat daripada yang gelap
· Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi
Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk mewarnai sesuai adegan yang berlangsung.

-          jelas (tidak ragu‑ragu, meyakinkan)
Jelas, tidak ragu‑ragu, meyakinkan, mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah‑setengah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu‑ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting.

-          dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb.

-          menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Menghayati berarti gerak‑gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah, termasuk pula bentuk dan usia.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

biasakan untuk menyertakan sumber ya, nak :)